2 Setan Merah Senasib

2 Setan Merah Senasib – Judul di atas merupakan kesimpulan sederhana yang ditarik dari penampilan AC Milan dan Manchester United pada Kamis (7/1 WIB Subuh). Seperti kita ketahui bersama, julukan kedua tim adalah “Setan Merah”. Il Diavolo Rosso asal Italia terpaksa menelan pil pahit saat menerima Juventus di San Siro. Setelah gol Federico Chiesa dibalas oleh Davide Calabria, kedua tim saling serang dan menciptakan banyak peluang. Babak pertama pertandingan imbang 1-1 . Di babak kedua, kedua tim sebenarnya masih saling melakukan pelanggaran, namun Juventus mampu bermain lebih efektif dengan mencetak gol melalui aksi Federico Chiesa dan Weston McKennie. Dua gol dicetak. Alhasil, tim asuhan Andrea Pirlo menang 1-3 dan berhasil mempersempit selisih poin ke puncak daftar. Kekalahan Zebra merupakan kekalahan pertama Rafael Leao dan lainnya di Serie A musim ini. Untungnya, mereka masih menempati posisi besar Caposta, karena Inter Milan takluk 1-2 di markas Sampdoria sehari sebelumnya. Namun, kegagalan ini harus menjadi peringatan bagi Rossoneri.

Juventus berpeluang memperkecil ketertinggalan karena masih punya tabungan lebih banyak dalam 1 pertandingan. Jangan lupa, Gianluigi Buffon dan lainnya telah menjadi juara bertahan liga sejak musim 2011/2012. Oleh karena itu, pengalaman mereka di pertandingan liga domestik bisa dikatakan “lengkap”. Di negara Ratu Elizabeth, Manchester United juga kalah di semifinal Piala Liga Inggris, Derby Manchester. Di laga kandang, Setan Merah dipaksa kalah 0-2 dari Guardiola. Meski Manchester City mendominasi penguasaan bola, duel tersebut sebenarnya cukup berimbang, karena kedua tim sudah saling menyerang sejak awal pertandingan. Namun, kebuntuan memaksa kacamata mencetak gol lebih tinggi di babak pertama. Setelah John Stones mampu membobol gawang Dean Henderson, kebuntuan baru dimulai di babak kedua. Setelah itu, Manchester City mendapat banyak peluang lain, namun kiper Dean Henderson (Dean Henderson) mampu melakukan banyak penyelamatan kunci. Nyatanya, tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer tak ingin kehilangan peluang, melainkan memanfaatkan banyak peluang dan menambah kekuatan untuk masuk ke lini depan.

Tapi nampaknya Zach Steffen yang menggantikan Edson (yang absen karena virus corona) juga tampil oke. Pada akhirnya, Manchester City “membunuh” permainan setelah mencetak gol di penghujung babak kedua. Manchester City pun memenangkan pertandingan 0-2 di Old Trafford dan melaju ke final. Di final, Tottenham sudah menunggu Kevin De Bruyne dan lainnya, yang sebelumnya mengalahkan Brentford 2-0. Menarik untuk ditunggu duel ini, karena selama ini Spurs berkembang di bawah kepemimpinan Jose Mourinho yang (ngomong-ngomong) merupakan rival dari Pep. satu. Meski mengikuti laga berbeda, kegagalan kedua tim berjuluk Setan Merah itu berbagi petunjuk yang sama. Karena keduanya belakangan ini mematahkan tren positif. Menarik untuk ditunggu, bagaimana tanggapan mereka setelah kegagalan ini. Selain itu, mereka baru saja kalah di kandang dari salah satu tim yang langsung bertanding dalam pertandingan tersebut.
Sumber : https://www.kompasiana.com/yoserevela/5ff6c339d541df0e2003eec2/dua-setan-merah-satu-nasib

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *